Pertanyaan "tarawih berapa rakaat?" adalah salah satu yang paling sering diajukan setiap Ramadan. Jawaban singkat: tarawih sunah — bukan fardhu — dan jumlahnya fleksibel antara 8, 20, atau lebih, selama dibaca dengan tenang dan tidak melelahkan jamaah. Di Indonesia, mayoritas masjid membaca 20 rakaat plus witir.
Dalil dan perbedaan pendapat
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah ﷺ tidak pernah sholat tarawih lebih dari sebelas rakaat, baik Ramadan maupun di luar Ramadan." (HR. Bukhari). Ulama Hanafi dan Syafi'i di Indonesia umumnya menganjurkan 20 rakaat mengikuti praktik sahabat dan tabi'in di Madinah. Ulama Hanbali menganjurkan 11–13 rakaat (8 tarawih + witir). Semua pendapat sahih — pilih yang konsisten di masjid Anda.
Tarawih 20 rakaat — tata cara
- Dilakukan setelah sholat Isya berjamaah
- Dibaca 2 rakaat–2 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat
- Total 20 rakaat = 10 salam
- Diakhiri witir 3 rakaat (2+1 atau 3 langsung) — witir wajib menurut jumhur
- Imam membaca surah panjang atau pendek; jamaah cukup mengikuti
Tarawih 8 rakaat — alternatif sahih
Beberapa masjid dan kelompok — terutama yang mengikuti dalil Aisyah — sholat 8 rakaat tarawih + witir 3 rakaat. Ini valid dan lebih singkat, cocok untuk jamaah lanjut usia atau pekerja yang perlu istirahat. Jangan debat jumlah; yang penting kehadiran dan kekhusyukan.
Adab tarawih di masjid Indonesia
Datang awal, duduk tenang saat imam bersiap, jangan berbicara saat sholat, bawa sajadah sendiri jika lantai basah (musim hujan), dan sabar dengan durasi panjang di masjid besar seperti Istiqlal yang bisa 1,5–2 jam untuk 20 rakaat plus witir.
Tarawih di rumah
Perempuan, lansia, atau yang tidak bisa ke masjid boleh tarawih di rumah — sendiri atau berjamaah keluarga. Baca pelan, pahami makna Al-Fatihah dan zamm. Ajak anak remaja sholat 8 rakaat dulu; tambah bertahap.
Barangsiapa sholat qiyam (malam) Ramadan dengan iman dan ihtisab, diampuni dosa-dosanya yang lalu.
Cek waktu Isya untuk tarawih via /indonesia/jakarta. Doa qunut witir dan doa Ramadan di /duas.